Rabu, 26 Desember 2012
5 Larangan Menata Interior Rumah Mungil
Rumah
serba mungil membuat Anda lebih cermat melakukan penataan. Karena jika salah
menatanya, maka yang terjadi rumah semakin sumpek, sempit, dan tidak nyaman
dihuni.Untuk menata rumah mungil kesayangan Anda, mulailah dengan jeli
mencermati ruang-ruang kosong yang bisa menjadi tempat meletakkan barang.
Misalnya, area bawah tangga, anak tangga itu sendiri, di bawah wastafel, atau
kolong tempat tidur.
Selain
itu, perhatikan pula faktor pencahayaan dalam ruangan. Usahakan agar pilihan
lampu memberi kesan formal, luas, serta bersahabat.Di dalam rumah mungil,
peletakan jendela juga harus tepat posisinya, begitu juga pemakaian kaca di
dalam rumah agar dapat membuat rumah terlihat lebih luas. Pakailah ukuran
jendela yang tidak besar dan kaca tidak bermotif. Jendela dipasang dengan
posisi tepat agar dapat menyerap sinar matahari, memberi kehangatan, dan
membantu sirkulasi udara dalam rumah.Sebaiknya, Anda juga memilih warna-warna
terang untuk dinding. Pemakaian warna gelap akan memberi kesan ruangan lebih
sempit dan lesu. Kalau Anda senang memakai wallpaper, pilihlah yang
bermotif ringan dan berwarna lembut dengan motif garis tipis atau kotak tipis.
Tujuan pemakaian motif ini adalah untuk membantu mengistirahatkan pandangan
mata.
Agar tak
berkesan berat dan sempit, pilihlah furnitur dengan desain sederhana. Pilih
furnitur dengan warna lembut agar menghasilkan efek luas dan ringan.Sebagai
sentuhan alam, masukkan unsur-unsur alam seperti tanaman dalam pot atau bunga
di dalam rumah. Anda juga dapat memakai cermin yang ditempatkan di satu sudut
untuk memberi kesan luas di dalam ruangan.Berdasarkan semua saran yang telah
dikemukakan di atas, ada baiknya Anda menghindari penataan interior rumah
mungil yang justru dapat memperburuk keadaan. Lima hal patut Anda hindari itu
adalah:
ü Menempatkan
barang-barang seni atau pajangan di atas ketinggian mata atau penglihatan
rata-rata orang pada umumnya. Letakkan dan susun barang-barang tersebut
kira-kira 150 sentimeter dari lantai.
ü Hindari
menggunakan pajangan atau hiasan berukuran kecil. Sebaiknya Anda menyesuaikan pilihan
hiasan atau pajangan menurut skala ruang yang ada. Gunakan dua pertiga dari
lebar dinding untuk penempatan lukisan, barang seni, aksesoris dinding lainnya.
ü Hindari
menempatkan aneka perabotan di dalam ruang kecil. Sebaiknya, sesuaikan ukuran
ruang dengan ukuran dan bentuk perabotan. Untuk menyiasati hal ini agar tidak
terjadi, Anda dapat mempersiapkan ruangan dengan membuat layout ruang.
ü Hindari
mengelompokkan barang-barang sejenis yang disusun seperti barisan. Sebaiknya,
Anda tidak mencampuradukkan ukuran, besaran, dan teksur, tetapi variasikan
penggunaan hiasan atau obyek dari segi ketinggiannya untuk menciptakan
ketinggian berjenjang.
Anda
menggunakan lampu meja sudut atau lampu baca berukuran kecil. Sebaiknya, pakai
lampu dengan tinggi sekitar 70 - 80 sentimeter.Cara Memasang Keramik Lantai
Lantai keramik menawarkan alternatif yang
sangat menarik dan tahan lama dibandingkan dengan material lainnya
untuk finishing lantai . Keramik didapatkan dalam berbagai ukuran
dan warna untuk dicocokkan dengan dekorasi ruangan yang akan dipasangkan,
dan keramik dapat memberikan perawatan yang mudah dan dalam jangka waktu yang
cukup lama. Selain itu, keramik juga cukup mudah untuk dipasangkan.
Lantai keramik memiliki satu prasyarat utama
yaitu lapisan dasar harus halus dan kuat untuk mendukung instalasi
keramik. Keramik tidak fleksibel, sehingga mereka bisa retak jika terpasang
diatas permukaan yang kasar atau tipis.
Untuk anda yang ingin memasang sendiri
keramik lantai dirumah, anda bisa melakukannya sendiri secara perlahan dan
santai. Mungkin anda akan merasa pesimis dan menyatakan tidak sanggup untuk
mengerjakannya. Dengan perlahan anda bisa mencobanya untuk melakukan sendiri.
Bila anda merasa susah untuk memulainya mungkin anda membutuhkan langkah
langkah pemasangan keramik, berikut langkah langkah sederhana yang bisa anda
lakukan :
- Pastikan lantai dasar anda sudah kuat dan rata, biasanya untuk lantai sudah terpasang dengan rabat beton atau cor beton. Jika anda sudah merasa lantai sudah kuat, selanjutnya langkah awal pemasangan keramik adalah pembuatan garis bantu sebagai pedoman pemasangan keramik di lantai yang akan dipasangkan. Pembuatan garis bantu bisa anda lakukan dengan pembuatan benang atau garis kapur. Pembuatan garis siku pada dua arah sumbu yang merupakan titik awal pemasangan keramik biasanya ditempatkan pada sudut pintu masuk ruangan. Jika anda sudah mendapatkan garis siku, tarik garis benang pada kedua arah sumbu tersebut pada ketinggian permuakaan keramik yang akan dipasangkan. Pastikan ketingggian benang dari permukaan lantai dasar sesuai dengan ketebalan adukan dan ketebalan keramik. Hindari ketinggian yang terlalu besar dimana akan membutuhkan adukan semen yang terlalu banyak. Peletakan titik awal biasanya dilakukan pada – peletakan keramik tanpa perekat untuk memastikan keramik sudah sesuai .
- Pasanglah keramik mulai dari dinding dekat pintu diatas permukaan lantai yang kosong (belum ada adukan spesi/mortar), pasanglah keramik dalam satu baris dan gunakan spacer di antara setiap keramik untuk mendapatkan setiap sisi keramik menjadi seragam dan untuk untuk menjaga jarak yang sama pada semua keramik yang anda pasang. Hal ini ditujukan untuk mendapatkan jumlah keramik penuh dalam 1 barisan.
- Ketika anda mencapai ujung lain ruangan dan tidak bisa lagi memasang 1 lembar keramik ukuran penuh , gunakan sebuah balok panjang dan meletakkannya tegak lurus ke baris keramik. Pemberian balok ini ditujukan supaya keramik tidak bergeser. Gunakan pistol sekrup untuk memakukan balok tersebut pada sisi keramik .
- Berdasarkan panjang ruang yang tersisa di sisi ruangan, tentukan berapa banyak anda perlu menggeser baris untuk mencapai perbatasan yang sama pada kedua sisi ruangan, sehingga potongan pada pinggir kiri dan kana akan anda dapatkan pada lebar yang sama. Jika anda tidak menginginkan jumlah potongan yang terlalu banyak, anda tidak perlu menggeser titik awal, dimana anda hanya akan melakukan pemotongan sisa keramik pada salah satu sisi saja. Tapi jika anda menginginkan sisa keramik pada kedua sisi kiri dan kanan, anda harus memindahkan garis bantu pada titik yang sudah terukur dan garis bantu pertama adalah tidak lagi diperlukan.
- Setelah anda sudah mendapatkan garis pemasangan keramik selanjutnya adalah memulai pemasangan keramik diatsa perekat atau adukan spesi/mortar. Penuangan perekat harus dilakukan secara teratur dan tidak boleh dilakuakn pada luasan yang terlalu lebar. Dianjurkan meletakkan adukan pada pemasangan luasan keramik antara 4-5 lembar keramik. Jika anda meletakkan adukan terlalu lebar hal ini dikhawatirkan akan membuat adukan akan cepat mengering sehingga rekatan tidak terlalu baik. Disamping itu juga akan mengganggu gerakan anda untuk memasangkan keramik tersebut. Gunakan sekop berlekuk untuk meratakan adukan permukaan perekat disetiap luasan yang akan anda pasang. Setelah anda merasa permukaan adukan secara rata, letakkan keramik dipermukaan perekat dengan perlahan dan atur posisi ketegakannya pada garis benang bantu yang sudah anda buat.
- Ketika anda mulai memasang keramik , dimana anda akan memulai memasang perekat adukan mortar. Gunakan spacer untuk memastikan ubin spasi merata. Gunakan waterpass untuk memastikan permukaan keramik benar benar rata . Anda dapat menggunakan palu karet atau balok kayu untuk mengetok atau menekan keramik ke bawah , lakukan secara lembut dan perlahan hingga permukaan benar benar rata, dan saat itu juga anda harus tetap mencek ketegakan pada bidang rata berdasarkan garis bantu yang ada. Jika saat anda mengetok keramik , jika anda mendengar suara dengung, anda harus memeriksa apakah ada kemungkinan keramik tidak merekat pada adukan, kemungkinan hal ini disebabkan kurangnya adukan sehingga tidak mengikat ke dasar keramik. Lakukan perbaikan dengan mengangkat keramik secara perlahan kemudian tambahkan adukan pada permukaan adukan sampai merat , kemudian pasang keramik kembali. Jika adukan sebelumnya sudah sempat mengering, anda juga harus mengangkat semua adukan dan menggantinya dengan adukan yang baru.Cara ini anda lakukan setiapa pemasangan tiap lembar keramik. Untuk barisan selanjutnya, anda akan lebih mudah untuk mengecek kelurusan dan jarak antara spacer dengan mengikuti ujung keramik yang ada didepan dan disampingnya.
- Jika pada ujung barisan anda perlu memotong keramik, untuk mendapatkan harus melakuan pemotongan keramik, lakukan dengan cara meletakkan keramik tepat di atas keramik penuh terakhir dan atur penempatannya ke batas dinding sehinggga anda mendapatkan batas keramik yang akan dipotong. Tandai pada kermik yang akan dipotong dan buatlah garis potongnya. Jika anda merasa potongan akan sama pada barisan selanjutnya (potongan yang seragam), ukuran ini bisa anda gunakan untuk acuan pemotongan selanjutnya. Maksudnya anda tidak perlu menunggu ukuran setiap akan melakukan pemotongan.
- Untuk memotong keramik, anda dapat menggunakan pemotong ubin atau glasscutter. Lakukan pemotongan keramik pada tempat yang aman. Jangan pernah memotong keramik pada permuakaan pasangan keramik yang baru anda pasangkan. Pilih meja yang aman untuk melaksanakan pemotongan keramik tersebut.
- Setelah semua ubin diletakkan dan perekat telah ditetapkan, Anda dapat melanjutkan ke fase grouting. Campur nat sesuai dengan rekomendasi pabrikan.Terapkan nat dengan pelampung karet pada sudut 45 derajat, bekerja ke dalam sisi keramik.
- Bersihkan setiap kelebihan nat pada permukaan keramik dengan spons. Hati-hati jangan sampai nat keluar dari ruang sisi antar keramik. Setelah nat telah rapi, anda dapat kembali membersihkan permuakaan keramik dari sisa nat dengan menggunakan residu. Untuk menjaga permukaan keramik tetap padat dan kuat, lakukan pengepelan permukaan lantai keramik 3 hari pertama dengan obat keramik, setelah itu sikat nat dengan sealer silikon.
Selasa, 25 Desember 2012
Beton bertulang (reinforced concrete)
adalah struktur komposit yang sangat baik untuk digunakan pada
konstruksi bangunan. Pada struktur beton bertulang terdapat berbagai
keunggulan akibat dari penggabungan dua buah bahan, yaitu beton (PC +
aggregat halus + aggregat kasar + zat aditif) dan baja sebagai tulangan.
Kita tahu bahwa keunggulan dari beton adalah kuat tekannya yang tinggi,
sementara baja tulangan sangat baik untuk menahan gaya tarik dan geser.
Penggabungan antara material beton dan baja tulangan memungkinkan
pelaku konstruksi untuk mendapatkan bahan baru dengan kemampuan untuk
menahan gaya tekan, tarik, dan geser sehingga struktur bangunan secara
keseluruhan menjadi lebih kuat dan aman.
Karena kelebihan yang dimilikinya, maka
penggunaan beton bertulang sebagai bahan struktur utama bangunan sangat
populer. Beton bertulang lebih menjadi pilihan dibandingkan material
lain seperti bambu, kayu, beton konvensional atau baja. Penerapan beton
bertulang pada struktur bangunan biasanya dapat dijumpai pada: pondasi
(jenis pondasi dalam seperti tiang pancang, bored pile), balok ikat
(sloof), kolom, balok, plat beton, dan dinding geser (shear wall).
Namun dibalik kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh beton bertulang
jika dibandingkan dengan bahan material lainnya, beton bertulang juga
memiliki masalah yang dapat mengurangi keunggulannya. Diantara masalah
yang sering dijumpai adalah masalah keretakan yang terjadi pada bahan
tersebut. Keretakan pada beton bertulang dapat timbul pada saat
pra-konstruksi dan pasca konstruksi.
Gambar Modern Concrete House oleh Arsitek Marcio Kogan
Sebenarnya setiap beton bertulang yang
diaplikasikan pada struktur bangunan pasti akan terjadi retakan, yang
harus dipertimbangkan adalah apakah retakan tersebut dapat ditolerir
karena tidak berbahaya atau retakan tersebut membahayan struktur
bangunan secara keseluruhan. Keretakan pada beton bertulang ini
disebabkan oleh beberapa hal, karena pengaruh dari sifat beton itu
sendiri maupun faktor lingkungan luar yang mempengaruhi beton secara
langsung.
Kalau kita lihat dari jenis retakannya,
ada dua jenis keretakan pada beton bertulang yaitu retakan yang terjadi
saat pembuatan beton dan retakan yang terjadi setelah beton selesai
dibuat. Dari dua jenis retakan tersebut banyak sekali berbagai faktor
yang melatarbelakangi terjadinya retakan tersebut. Apa saja faktor yang
menyebabkan terjadinya keretakan pada beton bertulang tersebut? Berikut
ini kami uraikan untuk Anda..
Faktor -Faktor Penyebab Keretakan Beton Yang Terjadi Saat Pembuatan Beton Bertulang
1. Sifat Beton
Untuk melihat bagaimana sifat dari beton bertulang yang dapat menimbulkan keretakan kita harus melihat proses dari awal pembuatan beton bertulang tersebut. Pada saat awal pembuatan beton bertulang dengan pencampuran bahan penyusunnya seperti kerikil, pasir, air, semen, dan baja tulangan. Dalam proses pengerasannya beton akan mengalami pengurangan volume dari volume awal. Umumnya hal ini disebabkan air yang terkandung pada campuran beton akan mengalami penguapan sebagian yang mengurangi volume beton bertulang tersebut.
Untuk melihat bagaimana sifat dari beton bertulang yang dapat menimbulkan keretakan kita harus melihat proses dari awal pembuatan beton bertulang tersebut. Pada saat awal pembuatan beton bertulang dengan pencampuran bahan penyusunnya seperti kerikil, pasir, air, semen, dan baja tulangan. Dalam proses pengerasannya beton akan mengalami pengurangan volume dari volume awal. Umumnya hal ini disebabkan air yang terkandung pada campuran beton akan mengalami penguapan sebagian yang mengurangi volume beton bertulang tersebut.
Sehingga apabila dikondisikan pada saat
beton mengalami pengerasan dan akibat dari volume beton berkurang yang
akan menyebabkan penyusutan pada beton tetapi beton tersebut dibiarkan
untuk menyusut tanpa adanya pembebanan maka beton pun tidak akan
mengalami keretakan. Tetapi pada kondisi sebenarnya dilapangan tidak ada
beton yang tidak mengalami pembebanan. Karena tidak ada balok atau
kolom pada bangunan yang berdiri sendiri melainkan akan bersambung satu
sama lain dan hal ini akan membuat beton bertulang bekerja menahan
beban-beban pada bangunan.
Sehingga apabila pada kondisi saat beton
mengalami penyusutan volume kemudian terjadi pembebanan, maka retakan
pun tidak dapat dihindari.
2. Suhu
Tidak dapat diabaikan suhu juga dapat menyebabkan keretakan pada beton bertulang. Maksud suhu disini adalah suhu campuran beton saat mengalami perkerasan. Karena pada saat campuran beton bertulang mengalami perkerasaan suhu yang timbul akibat reaksi dari air dengan semen akan terus meningkat. Sehingga pada saat suhu campuran beton ini terlalu tinggi, pada saat beton sudah keras sering timbul retak-retak pada permukaan beton.
Tidak dapat diabaikan suhu juga dapat menyebabkan keretakan pada beton bertulang. Maksud suhu disini adalah suhu campuran beton saat mengalami perkerasan. Karena pada saat campuran beton bertulang mengalami perkerasaan suhu yang timbul akibat reaksi dari air dengan semen akan terus meningkat. Sehingga pada saat suhu campuran beton ini terlalu tinggi, pada saat beton sudah keras sering timbul retak-retak pada permukaan beton.
3. Korosi pada tulangan
Sebenarnya untuk mengantisipasi retakan yang terjadi akibat dari sifat beton itu sendiri, beton diberi tulangan pada bagian dalamnya yang terbuat dari baja. Sehingga diharapkan dengan adanya baja tulangan tersebut retakan akibat dari sifat beton disebar pada keseluruhan beton menjadi bagian-bagian yang sangat kecil sehingga retakan tersebut dapat diabaikan. Tetapi apabila tulangan yang dipakai pada saat pembuatan beton sudah meengalami korosi, tulangan tersebut itu pun akan menyebabkan retakan pada saat beton mengeras.
Sebenarnya untuk mengantisipasi retakan yang terjadi akibat dari sifat beton itu sendiri, beton diberi tulangan pada bagian dalamnya yang terbuat dari baja. Sehingga diharapkan dengan adanya baja tulangan tersebut retakan akibat dari sifat beton disebar pada keseluruhan beton menjadi bagian-bagian yang sangat kecil sehingga retakan tersebut dapat diabaikan. Tetapi apabila tulangan yang dipakai pada saat pembuatan beton sudah meengalami korosi, tulangan tersebut itu pun akan menyebabkan retakan pada saat beton mengeras.
4. Proses pembuatan yang kurang baik
Banyak sekali penyebab retak yang terjadi pada beton bertulang disebabkan oleh proses pembuatan yang kurang baik. Seperti contoh pada saat beton mengalami perkerasan dimana banyak mengeluarkan air, maka perlu adanya perawatan pada beton agar pengeluaran air dari campuran beton tidak berlebihan. Tetapi akibat tidak adanya perawatan, sehingga pada saat beton terbentuk maka terjadi banyak retakan.
Banyak sekali penyebab retak yang terjadi pada beton bertulang disebabkan oleh proses pembuatan yang kurang baik. Seperti contoh pada saat beton mengalami perkerasan dimana banyak mengeluarkan air, maka perlu adanya perawatan pada beton agar pengeluaran air dari campuran beton tidak berlebihan. Tetapi akibat tidak adanya perawatan, sehingga pada saat beton terbentuk maka terjadi banyak retakan.
5. Material yang kurang baik.
Banyak sekali terjadi keretakan pada struktur beton bertulang diakibatkan karena material penyusunnya yang kurang baik. Beberapa hal diantaranya yang sering ditemukan adalah aggregat halus atau pasir yang kurang bersih, masih bercampur dengan lumpur sehingga ikatan antara PC dan aggregat menjadi terlepas. Sehingga ketika beton mengering maka retakan-retakan akan mudah sekali terjadi.
Banyak sekali terjadi keretakan pada struktur beton bertulang diakibatkan karena material penyusunnya yang kurang baik. Beberapa hal diantaranya yang sering ditemukan adalah aggregat halus atau pasir yang kurang bersih, masih bercampur dengan lumpur sehingga ikatan antara PC dan aggregat menjadi terlepas. Sehingga ketika beton mengering maka retakan-retakan akan mudah sekali terjadi.
6. Cara penulangan
Sering sekali saya menemukan struktur beton bertulang dibuat dengan cara yang kurang tepat. Hal yang paling umum terjadi adalah ketebalan dari tulangan sampai permukaan beton terlampau besar. Hal ini sebenanrnya kurang tepat karena fungsi dari baja tulangan tersebut adalah untuk menahan gaya lintang (pada balok dan plat), deformasi akibat lendutan, serta gaya geser.
Sering sekali saya menemukan struktur beton bertulang dibuat dengan cara yang kurang tepat. Hal yang paling umum terjadi adalah ketebalan dari tulangan sampai permukaan beton terlampau besar. Hal ini sebenanrnya kurang tepat karena fungsi dari baja tulangan tersebut adalah untuk menahan gaya lintang (pada balok dan plat), deformasi akibat lendutan, serta gaya geser.
Jika tebal selimut beton terlampau besar
makan retakan biasa terjadi mulai dari permukaan struktur beton sampai
pada bagian tulangan yang ada didalamnya. Seharusnya tulangan dibuat
agak keluar, dan selimut atau kulit yang membungkus tulangan dibuat
setipis mungkin (1,5 s/d 2 cm). Karena gaya tarik dan gaya tekan paling
besar terjadi pada ujung permukaan beton tersebut.
Faktor- Faktor Penyebab Keretakan Beton Yang Terjadi Setelah Pembuatan Beton Bertulang
1. Pengaruh lingkungan
Karena beton bertulang pada bangunan mengalami kontak langsung dengan cuca luar, pengaruh cuaca ini sedikit banyakanya memberi andil dalam keretakan pada beton sehingga konstruksi bangunan yang berumur cukup lama banyak mengalami retakan. Salah satu pengaruh lingkungan yang menyebabkan beton retak adalah akibat dari air hujan. Akibat sekian lama beton pada bangunan tua menerima air hujan secara langsung, lama – kelamaan air hujan masuk meresap kedalam pori-pori beton yang kemudian mencapai tulangan pada beton.
Karena beton bertulang pada bangunan mengalami kontak langsung dengan cuca luar, pengaruh cuaca ini sedikit banyakanya memberi andil dalam keretakan pada beton sehingga konstruksi bangunan yang berumur cukup lama banyak mengalami retakan. Salah satu pengaruh lingkungan yang menyebabkan beton retak adalah akibat dari air hujan. Akibat sekian lama beton pada bangunan tua menerima air hujan secara langsung, lama – kelamaan air hujan masuk meresap kedalam pori-pori beton yang kemudian mencapai tulangan pada beton.
Apabila saat air hujan telah mengenai
baja tulangan, maka akan terjadi reaksi antara baja tulangan dengan
tulangan yang menyebakan baja tulangan menjadi berkarat atau korosif.
Akibat korosifnya baja tulangan dan ditambah faktor luas seperti
pembebanan mengakibatkan beton akan mengalami retak-retak.
2. Pembebanan
Setelah struktur beton bertulang sudah jadi dan bangunan secara keseluruhan telah siap untuk digunakan, maka struktur beton bertulang tersebut akan menerima beban-beban. Beban-beban yang bekerja pada struktur beton bertulang secara umum terdiri atas bebean sendiri dan beban luar (beban akibat angin, manusia, beban gempa, dsb).
Setelah struktur beton bertulang sudah jadi dan bangunan secara keseluruhan telah siap untuk digunakan, maka struktur beton bertulang tersebut akan menerima beban-beban. Beban-beban yang bekerja pada struktur beton bertulang secara umum terdiri atas bebean sendiri dan beban luar (beban akibat angin, manusia, beban gempa, dsb).
Apabila struktur beton bertulang
tersebut menerima beban sesuai dengan kapasitas atau kuat dukung beban
yang direncanakan, seharusnya struktur beton tersebut akan baik-baik
saja. Tetapi kadangkala beton akan menerima beban diluar kemampuannya,
dan biasanya pembebanan yang melebihi kapasitas yang telah direncanakan
itulah yang menyebabkan keretakan pada struktur beton.
Pada saat terjadi keretakan, besi
tulangan (pada daerah tarik) tersebut mulai mengambil alih secara penuh
beban tarik yang terjadi. Artinya beton (daerah tarik) sudah tidak
memikul beban tarik. Beban tarik dialihkan ke besi tulangan. Secara
struktural kondisi ini memang dirancang seperti itu dan kekuatan
struktur masih dapat dipertanggung jawabkan. Beton yang retak saat beban
mulai bertambah sama sekali tidak berarti ada kegagalan struktur.
Lokasi retakan yang terjadi saat beban
mulai membesar adalah pada daerah tumpuan / ujung balok sisi atas dan
tengah bentang di sisi bawah. Pengalaman saya, retak yang terjadi hanya
1-2 retakan di satu tempat observasi. Dimana tebalnya juga tidak besar.
Bahkan seringkali hanya retak rambut. Keretakan seperti ini mestinya
tidak perlu diperbaiki sama sekali. Ini kondisi yang alamiah terjadi dan
memang perhitungannya sudah memperhitungkan retak itu akan terjadi.
Jika retak beton yang terjadi masih
wajar seperti retak halus atau retak rambut , maka tidak perlu
diperbaiki. Tidak perlu juga untuk khawatir, karena perhitungan struktur
beton memang sudah tidak memperhitungkan beton yang mengalami retak.
Namun jika retak yang terjadi cukup parah, perlu dilakukan penelitian
yang lebih rinci yang melingkupi perhitungan struktur sesuai kondisi
lapangan. Apakah cukup ditutup dengan epoxy, memperbesar dimensi
struktur beton bertulangnya atau diberi perkuatan tambahan.
Pada artikel berikutnya kami akan
uraikan tentang tata cara perawatan beton dan bagaimana memperbaiki
beton bertulang yang retak.
Tags: Keretakan Pada
Beton, Penyebab Keretakan Pada Beton Bertulang, Faktor Penyebab
Keretakan Pada Beton Bertulang, Retak Pada Balok dan Kolom Beton
Bertulang, Penyebab Keratakan Pada Konstruksi Beton Bertulang.
http://architectaria.com
http://architectaria.com
Memasang perlindungan api dan panas pada ruangan
Dalam
sebuah kapal terdapat beberapa komponen yang
merupakan sumber panas, seperti panas yang dikeluarkan akibat
pembakaran motor penggerak utama, panas dari auxiliary engine,
peralatan memasak dan permesinan bantu lainya. Panas yang dihasilkan
dapat diteruskan kebagian lain melalui pancaran(radiasi) maupun
rambatan (konduksi ). Akibat perpindahan panas tersebut, maka ruang
yang seharusnya tidak boleh terkena panas menjadi merasakan efek
dari panas yang ditimbulkan dari ruangan lain. Ruangan yang
seharusnya nyaman tidak lagi, ruangan yang seharusnya bebas panas
samasekali karena pertimbangan keamanan menjadi tidak aman lagi dan
banyak lagi akibat proses perambatan kalor tersebut.
Panas
dapat
merambat kebagian lain karena adanya media penyalur panas atau
material yang memiliki konduktifitas termal yang bagus seperti logam
yang banyak digunakan sebagai dinding dari kapal sendiri, udara
disekitar sumber panas, yang meski memiliki angka konduktifitas yanag
kecil ,tetap saja daapat menjadi media perambatan panas dengan cara
radiasi.
Setelah
diketahui sumber penyebab panas dan proses terjadinya rambatan panas,
maka dapat diambil kesimpulan bahwa perambatan panas dapat dicegah
dengan cara memberikan bahan pembatas /isolator agar tidak terjadi
rambatan, Hal ini dapat dilakukan dengan memakai bahan penyekat yang
memiliki konduktifitas termal yang kecil,
Untuk
mencegah radiasi dari komponen yang memancarkan panas, seperti pada
saluran gas buang dari motor bakar maka perlu diberikan isolator
panas seperti terlihat pada gambar dibawah ini. Pemasangan dengan
cara lapisan penahan panas rock woll dililitkan menyelubungi saluran
hingga tertutup rapat, langkah berikutnya memberikan tutup dengan
lembaran kawat anyaman/wire
mesh melingkar
menutupi lapisan lembaran
pertama, selanjutnya lapisan paling luar diberikan lembaran bahan
tahan
api,
biasanya
terbuat dari serat asbes atau
dari aluminium foil.
Gambar
16.19
Gambar sumber
panas yang diberi isolator
panas
pada
saluran gas buang dari motor bakar
Lembaran
dari rock wool dipasangkan ke dinding dengan cara menancapkan
welding stud
/
semacam
paku yang dilas kedinding plat baja. Dan selanjutnya llembaran
dibungkus oleh lembaran kawat ram/wire mesh selanjutnya pada
lapisan akhir ditutup dengan lembaran plat galvanis
(pada
ruang akomodasi), atau aluminium
foil (pada
engine room).

Gambar
16.20
Gambar
pemasangan isolator panas pada dinding sebuah kapal.
Keterangan
gambar :
- Pintu kedap
- Bahan pelindung panasyang dipasang dengan welding stud yang ditutupi dengan kawat ram/wire mesh
- Lembaran aluminium (anti embun)
Secara
umum, langkah pemasangan bahan penyekat panas meliputi beberapa
tahap:
Setelah diketahui sumber penyebab panas dan proses terjadinya
rambatan panas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa perambatan panas
dapat dicegah dengan cara memberikan bahan pembatas /isolator agar
tidak terjadi rambatan, Hal ini dapat dilakukan dengan memakai bahan
penyekat yang memiliki konduktifitas termal yang kecil,
Pasang
welding stud
Letakkan
lapisan tahan panas(misal Glaswool)
Rapikan
dan tutupi dengan ram kawat/wire mesh
Tutup
dengan lapisan terakhir dapat berupa aluminium foil/ galvanised plat
Atau lembaran tahan api
Gambar
16.21
Gambar
pemasangan bahan penyekat
Hal
hal yang perlu diketahui dalam
Pemasangan pelapisan tahan api / penyekat panas:
- insulasi panas yang akan dipasang, dipotong tanpa celah, atau ada kerusakan menurut prosedur tempat kerja dan rekomendasi dari industri pembuat
- Interval Lubang atau kurva dipotong dengan tangan mesin untuk membentuk dan ukuran untuk toleransi spesifik
- Kawat ram keselamatan apabila dispesifikasikan, dipasang ke bagian kerangka atap sesuai spesifikasi pekerjaan
- Insulasi blanket dipasang dalam arah panjang penuh apabila praktis atau jika disambung, sambungan yang dibuat pada bagian tengan kerangka sesuai spesifikasi
- Daerah yang berbatasan dari insulasi blanket dibatasi dengan sambungan penutup.
Susunan
komponen material penahan panas dapat dilihat pada gambar dibawah
ini:

Gambar
16.22
Gambar
: susunan material penahan panas
Keterangan
:
- Plat baja (sisi luar dari ruang akomodasi)
- Profil (penegar)
- Glass wool (bahan penyekat panas)
- Welding stud (semacam paku yang di tempelkan ke dinding dengan las)
- Profil U (tempat untuk menempelkan galvanised plat)
- Panel akomodasi (sisi dalam dari ruang akomdasi diberi plat galvanis dengan ketebalan 1mm)










